Tuesday, April 27, 2010

Examination Results in Bangka Belitung Islands





2335 Student Not Passed


  • For those who do not pass, repeat on May 10, 2010
  • SMA/MA Repeat of 1093 and 1242 vocational students
  • SMK-Graduation declined 9 percent


 


Expression passing the national exam whose results announced Monday (26/4). Metro/ Ika

Pangkalpinang-A total of 2335 student participants of the national examinations (UN) in 2010 to the level of SMA / MA and vocational schools in the Province of Bangka Belitung otherwise repeat again. Re-examination will be held on May 10, 2010.
UN announcement made simultaneously on Monday, April 26, 2010 in the entire country is colored like the grief. The convoy with two-wheel vehicles and the action is an expression that streak dilampiaskan clothes for a graduation. And sobs were also seen decorating the atmosphere for which otherwise repeat again.
"Based on the data entered so far, a total of 2335 student participants of the UN SMA / MA / SMK stated and re-take exams on May 10 next. Total pererta UN for the Province of Bangka Belitungt 9885 students, consisting of as many as 2199 students majoring in natural science, social studies 3792 for SMA / MA, while the SMK numbered 3894, "said Rivai to Metro Bangka Belitung in his office Monday, April 26, 2010.
Rivai detailing, for participants SMA / MA majoring in science who otherwise repeat as many as 298 participants from the 2199 participants of the UN. While for the Department IPS will re-take exams as many as 795 of the 3972 participants, and to vocational school of 3894 students who follow the UN, which did not pass only 1242 persons or 60.10 percent.
If compared to the UN in 2009, passing for science majors in 2010 there was an increase. In 2009, science graduation at 73.8 percent, while in 2010 to 86.49 percent. While for the IPS, in 2010 it passed 79.03 percent, whereas in 2009 only 71.51 percent.
"So generally there is no improvement. However, the increase in the level of SMA / MA was not followed to CMS. At the vocational school level there is a decrease when compared to 2009 who graduated reached 77.16 percent, while for 2010 fell to 68.10 percent, "explained Rivai.
When asked pemyebab factor decreasing it, Rivai could not parse the cause. According to him, needs analysis and special studies to be able to explain the causes of decline in the percentage passing the national examination for vocational school in the Pacific Islands this year 2010.
"For many indicators and elements that lie behind them. Factors eg teachers, parents, students themselves, the facilities and parasarana school. So it took a comprehensive study to address the cause of decline in survival rates that CMS, "he explained.
Rivai explained, participants will re-take exams will be conducted the same tests with the first examination, but the subjects tested, the subjects whose value is below the average of 5.5.
Best
Rivai added, UN members for science majors who get the best value falls on Santa and Dewi Fransisca 54.75 value. Both are from St. Joseph High School Pangkalpinang, while Dian P with the value 54.60 from SMAN 2 Pangkalpinang. For high school social studies, the highest value achieved Novela P 51.55, Laela Septiadi 51.25 value, and Venda Nova Windhea 5.25 value. All three high school students I Gerunggang Pangkalpinang.
Then, for vocational schools Erwanda achieved with the value 47.15, Rosalina value of 46.15, and 45.38 value Teorado Conery. All three students smkn I Pangkalpinang.
Rivai also said it has not been able to assess the national examination, but if dibadingkan years ago to Bangka Belitung untu high school ranks 25, and 22 for the CMS. "For the year 2010 was confirmed Bangka Belitung is still within the range of sequence numbers in 2009's. Later Minister who announced that order, "he concluded.
Subjects Subjects of Entrance incentives UN
The lower the percentage of vocational graduation rates in the Province of Bangka Belitung Island in 2010 the UN this year, responded to the Governor of Bangka Belitung Island Eko Maulana Ali.
At the level of a vocational school in Bangka Belitung Island in 2009 decreased compared to the pass reached 77.16 percent, while for 2010 fell to 68.10 percent.
"The decline of about nine per cent were caused by subjects who know and were not included, but the UN is now included. Students new to the subjects. This is one factor in the decline in vocational school graduation rate Belitungm Bangka, "the governor said when being met over the Metro Bangka Belitung Provincial Parliament Plenary Session, Monday, April 26, 2010, without explaining that subjects now included in the UN. But for the high school in 2009 there was an increase from a year ago around 8 percent.
Eko explained, the results achieved by the UN today is the fruit of honesty that is applied in the implementation of the UN in the Pacific Islands. Although not yet achieved maximum results.
"Next year again strived to get more leverage. And all lines are improved, "he added.
In addition, the Governor hoped, Bagio not yet managed to graduate do not despair and discouraged, because there are still re-examination that can be followed by students who otherwise have not succeeded at the UN today.
"I appealed to teachers to help students who have not graduated to learn the problems that are considered difficult and helps students understand the lesson. Similarly, the parents for always supporting her children to keep the spirit despite repeated exams, "pleaded the Governor.
In order for an increase, the governor promised for next year's budget in APBD teachers incentive subjects included in the UN. The goal is that teachers are motivated and enthusiastic in providing additional subjects to students.
"Yes I have to give their own views to the Head of Education Department budget in order to prepare the teachers to conduct lessons in the afternoon, especially in the UN diujiankan lessons," he said.
Thus, in addition to increasing students' understanding, the welfare of teachers has increased. Students are not charged any fees.
"Students just learning focus. This plan actually has a long think about, but have not been able teralisasi. Teralisasi expected at anggatan Additional Shopping (ABT) in 2010 to come, "concluded Eko. (M-104)
 



2.335 Siswa Tak Lulus

  • Bagi yang tak lulus, mengulang pada 10 Mei 2010
  • SMA/MA mengulang 1.093 dan SMK sebanyak 1.242  siswa
  • Kelulusan SMK menurun  9 persen


 


Ekspresi kelulusan ujian nasional pelajar salah satu SMA di Kepulauan Bangka Belitung yang hasilnya diumumkan Senin (26/4). Metro/Ika




Pangkalpinang—Sebanyak 2.335 pelajar peserta ujian nasional (UN) 2010 untuk tingkat SMA/MA dan SMK di Provinsi Bangka Belitung dinyatakan mengulang lagi. Ujian ulang itu akan dilaksanakan pada 10 Mei 2010. 

Pengumuman UN yang dilakukan serentak pada Senin 26 April 2010 di seluruh Tanah Air diwarnai suka duka. Konvoi dengan kendaraan roda dua dan aksi coret baju merupakan ekspresi yang dilampiaskan bagi yang lulus. Dan isak tangis juga terlihat menghiasi suasana bagi yang dinyatakan mengulang lagi.

“Berdasarkan data yang masuk hingga saat ini, sebanyak 2.335 siswa peserta UN SMA/ MA/ dan SMK dinyatakan mengikuti ujian ulang pada 10 Mei mendatang. Jumlah pererta UN untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitungt 9.885 siswa, yang terdiri dari jurusan IPA sebanyak 2.199 siswa, IPS 3.792 untuk SMA/MA, sedangkan SMK berjumlah 3.894,” kata Rivai kepada Metro Bangka Belitung di ruang kerjanya Senin 26 April 2010.  

Rivai merinci, untuk peserta SMA/MA jurusan IPA yang dinyatakan mengulang sebanyak  298 peserta dari 2.199 peserta yang mengikuti UN. Sedangkan untuk jurusan IPS yang akan mengikuti ujian ulang sebanyak 795 dari 3.972 peserta, dan untuk SMK dari 3.894 pelajar yang mengikuti UN, yang tak lulus hanya 1.242 orang atau 60,10 persen.

Jika dibandingkan UN tahun 2009, kelulusan untuk jurusan IPA tahun 2010 ada peningkatan. Tahun 2009, kelulusan siswa IPA sebesar 73,8 persen, sedangkan 2010 menjadi 86,49 persen. Sementara untuk IPS, tahun 2010 itu lulus 79,03 persen, sedangkan 2009 cuma 71,51 persen.

“Jadi secara umum ada ada peningkatan. Namun peningkatan di tingkat SMA/MA tak diikuti untuk SMK. Pada tingkat SMK terjadi penurunan  jika dibandingkan 2009 yang lulus mencapai 77,16 persen, sedangkan untuk 2010 turun menjadi 68,10 persen,” jelas Rivai.

Ketika ditanyakan faktor pemyebab terjadinya penurunan itu, Rivai belum bisa mengurai penyebabnya. Menurutnya, butuh analisis dan kajian yang khusus untuk bisa menjelaskan penyebab turunnya persentase kelulusan UN untuk SMK di Bangka Belitung tahun 2010 ini.

“Sebab banyak indikator dan elemen yang melatarbelakanginya. Misal faktor guru, orangtua murid, siswa itu sendiri, sarana dan parasarana sekolah. Jadi butuh kajian yang konprehensif untuk menjawab penyebab turunnya tingkat kelulus SMK itu,” paparnya.  

Rivai menjelaskan, peserta yang akan mengikuti ujian ulang nanti akan dilakukan tes sama dengan UN yang pertama, namun mata pelajaran yang diujikan itu, mata pelajaran yang nilainya di bawah rerata 5,5.

Terbaik

Rivai menambahkan, peserta UN untuk jurusan IPA yang mendapatkan nilai  terbaik jatuh pada Dewi Santa dan Fransisca dengan nilai 54,75. Keduanya dari SMA Santo Yosef Pangkalpinang, sedangkan Dian P dengan nilai 54,60 dari SMAN 2 Pangkalpinang. Untuk SMA IPS, tertinggi diraih Novela P dengan nilai 51,55, Laela Septiadi nilai 51,25, dan Windhea Venda Nova nilai 5,25. Ketiganya siswa SMAN I Gerunggang Pangkalpinang.
Kemudian untuk sekolah SMK diraih Erwanda dengan nilai 47,15, Rosalina nilai 46,15, dan Teorado Conery dengan nilai 45,38. Ketiganya siswa SMKN I Pangkalpinang.

Rivai juga mengatakan, pihaknya belum dapat menilai UN secara nasional, namun jika dibadingkan tahun lalu untuk Bangka Belitung menempati urutan 25 untu SMA, dan 22 untuk SMK. “Untuk tahun 2010 ini dipastikan Bangka Belitung masih berada pada kisaran nomor urutan tahun 2009 itu. Nanti Mendiknas yang mengumumkan urutan itu,” pungkasnya.

Insentif Mata Ajar yang Masuk UN

Turunnya persentase tingkat kelulusan SMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada UN tahun 2010 ini, direspons Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali.

Pada tingkat SMK di Kepulauan Bangka Belitung terjadi penurunan jika dibandingkan 2009 yang lulus mencapai 77,16 persen, sedangkan untuk 2010 turun menjadi 68,10 persen.

“Penurunan sekitar Sembilan persen itu disebabkan adanya mata ajar yang tahu lalu tak dimasukkan, tapi UN kini dimasukkan. Siswa baru mengenal mata ajar itu. Ini salah satu faktor turunnya tingkat kelulusan SMK di Bangka Belitungm,” kata Gubernur saat ditemui Metro Bangka Belitung usai Sidang Paripurna DPRD Provinsi, Senin 26 April 2010, tanpa menjelaskan mata ajar yang pada UN sekarang dimasukkan. Tapi untuk SMA ada peningkatan dari tahun 2009 lalu sekitar 8 persen.

Eko menjelaskan, hasil UN yang diraih saat ini merupakan buah kejujuran yang diterapkan dalam pelaksanaan UN di Bangka Belitung. Meski hasil yang dicapai belum maksimal.

“Tahun depan diupayakan untuk lebih maksimal lagi. Dan semua lini ditingkatkan,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur berharap, bagio yang belum berhasil lulus jangan putus asa dan berkecil hati, karena masih ada ujian ulangan yang dapat diikuti siswa yang dinyatakan belum berhasil pada UN sekarang.

“Saya mengimbau agar guru membantu siswa yang belum lulus ini untuk mempelajari soal-soal yang dianggap sulit dan membantu siswa dalam memahami pelajaran. Demikian juga dengan orangtua untuk selalu mendukung anaknya agar tetap semangat meskipun mengikuti ujian ulangan,” imbau Gubernur.

Agar terjadi peningkatan, Gubernur berjanji, untuk tahun depan menganggarkan dalam APBD insentif guru-guru yang mata pelajarannya yang dimasukkan dalam UN. Tujuannya agar guru termotivasi dan bersemangat dalam memberikan mata pelajaran tambahan kepada siswa.

"Ya saya sediri sudah memberikan pandangan kepada Kepala Dinas Pendidikan supaya disiapkan anggaran kepada guru-guru untuk mengadakan les di sore hari, terutama untuk pelajaran yang diujiankan dalam UN," katanya.

Dengan demikian, selain pemahaman siswa semakin meningkat, kesejahteraan para guru pun meningkat. Siswa tidak dibebankan biaya apapun.

“Siswa hanya fokus belajar. Rencana ini sebetulnya sudah lama dipikirkan, namun belum dapat teralisasi. Diharapkan teralisasi pada anggatan Belanja Tambahan (ABT) 2010 mendatang,” pungkas Eko. (M-104)

No comments: